29 Juli 2010

Tips Jitu Menjadikan Anak Percaya Diri (PD)

Oleh : M. Ali Fauzi

Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Kecenderungan inilah yang banyak disebut sebagai faktor keturunan. Akan tetapi, Percaya Diri (PD) tidak terkait langsung dengan keturunan. PD bisa dilatih dan dikembangkan pada diri setiap anak.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat ketika anak kita percaya diri. Jangan-jangan, kepercayaan dirinya hanyalah semu. Yaitu, ketika anak merasa PD hanya karena mereka memiliki HP yang bagus, Jam tangan mewah, atau laptop baru. Kepercayaan diri seperti ini bukan kepercayaan diri dari dalam. Kepercayaan diri yang dimiliki bergantung pada faktor eksternal. Pada kasus seperti ini, anak akan sering kehilangan momen pada saat faktor luar tidak mendukung.

Maka, yang perlu kita latih adalah kepercayaan diri dari dalam. Kepercayaan diri yang akan bisa muncul kapan saja anak membutuhkannya. Berikut adalah beberapa tips agar anak menjadi percaya diri.


1. Rasa aman

Suasana amanlah yang akan menentukan kondisi jiwa anak. Dengan rasa aman, mereka akan mempercayai orang dan lingkungan di sekitarnya.
Secara fisik, anak harus aman. Apabila mereka di dekat kita, maka pastikan dia akan merasa aman. Begitu juga dengan lingkungannya. Tidak ada yang akan melukai secara fisik kepadanya. Jaminan inilah yang mereka butuhkan. Secara non-fisik, anak juga harus mendapat perlakuan aman dari orang-orang di sekitarnya. Keberadaan anak, apapun yang dilakukannya, akan tetap nyaman dan aman bagi emosi dan psikis anak.
Rasa aman inilah kunci pembuka bagi terciptanya karakter terbuka bagi anak. Dia akan dengan mudah menyampaikan kisah dan suasana hatinya ketika anak merasa aman baik fisik maupun psikis. Ketika anak sudah membuka diri, maka membangun nilai dan karakter akan lebih mudah

2. Pendampingan

Setiap anak belajar untuk tumbuh. Belajar mengenal lingkungannya. Maka pendampingan dibutuhkan oleh mereka. Anak-anak juga sedang membangun nilai bagi diri mereka sendiri. Nilai dasar bagi anak adalah “apapun boleh”. Maka, ada kecenderungan mencoba-coba hal dan sikap baru. Di sinilah letak pentingnya pendampingan.
Bentuk pendampingan bisa beragam dan juga tidak ada ukuran kuantitasnya. Kualitas pendampingan jauh lebih penting.

3. Timbal balik

Setelah proses pendampingan, maka mengusahakan adanya timbal balik merupakan hal penting. Setidaknya, mereka bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka. Misalnya, bertanya tentang sesuatu yang belum mereka pahami atau yakini. Dan bertanya ini pun tentu terkait dengan tips yang pertama, yaitu rasa aman. Pastikan pada saat anak memberikan timbal balik dengan bertanya, mereka akan mendapatkan penjelasan dan rasa aman. Bukan celaan atau bahan tertawa yang akan mereka terima.

Dengan timbal balik pula, mereka akan membuka kegelisahan mereka kepada kita. Dan salah satu cara terbaik adalah dengan membuka kesempatan dan pertanyaan. Ketika kita membuka dan mereka percaya, maka interaksi akan berjalan terbuka dan nyaman.

4. Membangun kepercayaan

Kepercayaan adalah kata kunci membangun rasa PD anak. Akan tetapi, hati-hati juga dalam memberikan kepercayaan kepada anak. Kepercayaan yang berlebihan dan kurang sama-sama kurang baik bagi anak. Banyak orang bilang, seperti main layang-layang sajalah. Kadang kita ulur, kadang kita tarik.
Kepercayaan ini terutama dalam melakukan dan bertanggungjawab terhadap sebuah pekerjaan. Mulailah dari hal-hal kecil dalam mempercayakan kepada anak. Merapikan baju di lemari, menata mainan sendiri, menyimpan barang-barangnya sendiri, dan seterusnya.
Apabila kita memberikan kepercayaan kepada mereka, maka mereka akan berlatih tentang tanggung jawab. Dan apabila proses ini berhasil, bukan hanya kepercayaan diri yang akan dimiliki anak, melainkan tanggung jawab juga akan mereka miliki

5. Motivasi!

Motivasi terus dalam setiap usaha anak. Motivasi terus dengan menggunakan kata-kata dan tindakan yang positif dan membangun. Motivasi ini untuk membangun stabilitas jiwa dan psikis anak.
Motivasilah terus agar anak terus memiliki harapan dan mau belajar terus sepanjang hidupnya.
Pertimbangkan kembali untuk mengatakan, “Kok, sepatunya tidak rapi”, tapi cobalah mengatakan, “katanya ingin jadi orang besar, berarti sepatunya harus rapi”.

6. Perkaya pengetahuan

Teruslah memberikan mereka pengetahuan yang cukup agar mereka mengetahui apa yang seharusnya. Dengan memperkaya pengetahuan, maka PD akan terus terpupuk.

Apabila kita sudah terbiasa melakukan hal di atas, maka kita sempurnakan dengan doa, insya Allah anak akan berubah lebih baik. Apabila kita belum memiliki kebiasaan di atas, sungguh tidak salah kalau kita belajar melakukannya. Karena, anak akan menjadi seperti apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan alami.
terimakasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar